Langsung ke konten utama

Broadcasting di Era Digital: Menghadapi Tantangan dan Memanfaatkan Peluang

Broadcasting di Era Digital: Menghadapi Tantangan dan Memanfaatkan Peluang 


Dunia Broadcasting (Photo: FreeDesignFile)


Dunia Broadcasting (Photo: FreeDesignFile)


Dunia broadcasting terus berevolusi hingga sekarang menjadi digital. Seperti sekarang radio memberikan orang kesempatan untuk mendengarkan berita dan musik, serta menciptakan pengalaman bersama bagi pendengar di berbagai tempat. Kemudian, dengan hadirnya televisi, hiburan menjadi lebih menarik dan interaktif, memungkinkan orang untuk menonton acara favorit mereka di rumah. Saat ini, kita hidup di era digital di mana banyak orang lebih memilih streaming dan podcast untuk mengakses berbagai konten kapan saja dan di mana saja. Perubahan ini tidak hanya memengaruhi apa yang kita suka dengarkan atau tonton, tetapi juga memotivasi pembuat konten untuk berpikir lebih kreatif dalam menyampaikan informasi dan hiburan, sehingga menciptakan dunia media yang lebih beragam dan menarik.


Menghadapi dunia industri broadcasting tentu tidak semua berjalan dengan mulus, pasti akan ada tantangan yang harus dihadapi. Salah satu tantangannya adalah persaingan di dunia broadcasting dengan munculnya platform media digital. Broadcaster harus pandai menghadapi sejumlah tantangan di era digital ini, strategi harus terus dicari agar dapat menyesuaikan diri dan beradaptasi. Ada beberapa alasan mengapa kini masyarakat lebih banyak menggunakan platform media digital daripada mengikuti siaran tradisional. Platform digital seperti YouTube, dan layanan streaming lainnya menawarkan konten on demand yang membuat audiens beralih dari televisi tradisional. Audiens juga cenderung lebih menyukai konten yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja tanpa terpaut dengan jadwal siaran, yang mana ini tidak berlaku di televisi tradisional. Dalam mengatasi tantangan-tantangan tersebut, media penyiaran harus terus berinovasi, memanfaatkan teknologi baru, dan memahami serta merespon perilaku audiens agar media tradisional tidak hilang melainkan terus berkembang.


Ingin baca lebih lanjut? Klik link di bawah, ya!

https://www.binus.tv/virtual-lab/

Penulis: Caren Adriani Jusuf, Moyna Farla Tsabitah, Nasywa Almarasika, Rafaela Rachel

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jenis Siaran Reality Show, Variety Show & Talk Show

  Kalian suka ga sih nonton acara The Return of Superman dari Korea? Sumber: https://prod-images.viu.com/clip_asset_v6/1165964421/1165974186/4fc9acc4259a1e22cf5f675490f40936f783e724 Acara tersebut merupakan reality show dari Korea Selatan yang menggambarkan bagaimana kehidupan sehari-hari dari seseorang yang menjadi ayah. Pengertian dari reality show atau acara realitas adalah genre acara televisi yang menggambarkan adegan seakan-akan benar-benar terjadi tanpa adanya skenario yang dibuat. Dengan membawa konsep kehidupan sehari-hari, tentunya sebuah acara berjalan terasa real dan berjalan secara natural. Padahal aslinya, sesuatu yang berjalan natural itu merupakan bagian dari skenario suatu reality show . Namun apakah kalian pernah mendengar istilah variety show ? Banyak orang yang salah pengertian dan tidak tahu perbedaan antara reality show dan variety show. Berbeda dengan reality show, variety show merupakan acara  ragam seni atau hiburan yang terdiri dari berbagai pert...

Berkembangnya Karakteristik Podcast yang Menjadi Audio Visual

Sumber: https://media.wired.com/photos/620eb0f39266d5d11c07b3c5/master/pass/Gear-Podcast-Gear-1327244548.jpg   Sumber : https://media.wired.com/photos/620eb0f39266d5d11c07b3c5/master/pass/Gear-Podcast-Gear-1327244548.jpg Ada ga sih yang kalau lagi makan sambil nonton atau dengerin podcast? Podcast merupakan singkatan dari dua kata yaitu iPod dan Broadcast. Artinya rekaman audio yang membahas suatu topik tertentu. Tentunya podcast ini berbeda dengan radio yang harus disiarkan secara langsung melalui frekuensi tertentu. Podcast lebih fleksibel dan bisa didengarkan kapan pun sesuai dengan keinginan. Kita dapat mendengarkan podcast di aplikasi seperti Spotify, Anchor dan Noice. Fitur on-demand yang dimiliki membuatnya sangat digemari oleh para pengguna internet, jika dibandingkan dengan radio yang memiliki batasan dalam hal aksesibilitas, frekuensi, dan waktu siaran. Awalnya podcast hanya berbentuk rekaman audio saja yang hanya bisa didengarkan, namun di zaman sekarang podcast sudah b...

FOMO Labubu karena Instagram LISA BLACKPINK?!

 Siapa  yang sekarang ini sering dengar kata “Labubu”?  Sumber:  https://pin.it/6yFUY0vno Boneka Labubu adalah produk dari Pop Mart yang sedang viral di media sosial. Labubu juga merupakan salah satu karakter dari kelompok makhluk yang dikenal sebagai The Monsters . Karakter tersebut merupakan sebuah karakter elf yang dibuat oleh seniman kelahiran Hongkong bernama Kasing Lung. Karakter yang ada di The Monsters ini terinspirasi dari Nordik dongeng Eropa dalam buku anak-anak. Awalnya, karakter The Monster hanya ada di dalam buku cerita, namun pada tahun 2019 Lung membuat perjanjian lisensi bersama Pop Mart dan dari perjanjian itu akhirnya karakter The Monsters menjadi koleksi mainan. Boneka Labubu pertama kali ada pada tahun 2015 dan belum didistribusikan sebagai boneka. Namun di tahun 2024, boneka ini menjadi viral dengan banyaknya antusiasme dari masyarakat. Boneka labubu memiliki bentuk yang unik dan berbagai macam warna yang menarik perhatian. Pertama kali bonek...